Thursday, March 14, 2013

Tipologi Blogger Indonesia

Seperti kita ketahui bahwa jumlah blog di dunia setiap tahunnya meningkat termasuk jumlah blog di Indonesia tentunya. Tahun 2011 saja jumlah blog di Indonesia mencapai 4,1 juta. Pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam data bertajuk 'Indonesia Social Media Landscape' dari SalingSilang.com, yang diterima okezone, Jumat (25/2/2011), hingga Januari 2011 terdapat sekira 4,131,861 blogs di dunia maya yang berasal dari Indonesia.(lintas.me)

Dari sekian banyak blog tersebut bukan berati satu blog satu author, bisa saja satu author mempunyai lebih dari satu blog. Terlepas dari berapa jumlah total blog dan blogger (author blog) yang berasal dari Indonesia, melalui posting ini saya ingin berbagi informasi mengenai tipologi blogger Indonesia berdasarkan opini dan pengamatan saya sendiri, jadi tolong dikoreksi ya !?

Tipologi blogger Indonesia ini saya klasifikasikan berdasrkan beberapa kritera dilihat dari desain blog, konten blog, jenis blog, penerapan SEO, dan lain sebaginya.

Tipologi blogger Indonesia dilihat dari desain blog

  1. Blogger Pecinta Desain
    Yang termasuk kategori ini adalah para blogger yang sangat menyukai otak-atik desain blog, mulai dari template blog secara keseluruhan, layout secara khusus, warna tampilan, kostumisasi menu navigasi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan rekayasa tampilan. Sayangnya di antara mereka lebih menyukai tampilan blog yang elegan dan unik ketimbang memperkaya konten. Hal ini tentu tidak masalah apabila blogger tersebut adalah seorang web designer yang memang berbisnis di bidang ini.
  2. Blogger Pembosan Template
    Blogger seperti ini cenderung sering melakukan perubahan template (gonta-ganti template) dalam interval waktu yang cukup cepat. Mereka selalu "gatal" melakukan perubahan dan ingin terlihat selalu beda dengan blog lain sehingga template blog pun sering diubah. Perubahan template blog adalah hal yang wajar dilakukan blogger apalagi dirasa sudah cukup usang dan membosankan dari segi tampilan. Namun demikian jika perubahan template terlalu sering dilakukan, maka dalam kasus tertentu dapat berdampak negatif terhadap search engine khususnya ketika crawl dan proses indeks.

    Efek tersebut disebabkan adanya beberapa kode (meta tag, kode verifikasi, Google Analytics. dan sebagianya) yang berubah, meskipun hanya sesaat. Disamping itu untuk beberapa pengunjung dapat memberikan penilaian negatif yang mungkin akan muncul pertanyaan (serius atau tidak?). Hal seperti ini mungkin dapat diantisipasi jika menggunakan platform yang support "Maintenance Mode" sehingga pengunjung dapat mengetahui bahwa blog yang dikunjungi sedang diedit atau diperbaiki.
  3. Blogger Pecinta Animasi
    Tipe Blogger ini adalah mereka yang sangat menyukai blognya penuh dengan animasi seperti Header dengan Flash, Animasi Menu, Animasi Mouse, Gambar Bergerak, Text Berjalan, dan animasi lainnya. Saking sukanya, banyak di antara mereka menambahkan animasi terhadap hal-hal kecil seperti "Tombol "Readmore", "Tombol Back to Top", dan "Search Box". Bahkan tidak jarang mereka sengaja menempelkan animasi jam, kalender, dan animasi ikan.

    Decorasi blog dengan tambahan animasi adalah hak setiap blogger, alasannya karena tidak jarang animasi pun dapat meningkatkan daya tarik khusus bagi pengunjung. Namun demikian penempatan animasi yang berlebihan dapat berdampak negatif seperti berkurangnya trafik akibat loading blog terlalu lama. Perlu diperhatikan juga bahwa animasi yang terlalu banyak dapat membuat kesal pengunjung sehingga mereka langsung menutup blog tersebut karena tujuannya mereka bukan untuk melihat animasi tetapi untuk mendapatkan informasi yang mereka cari.

Tipologi blogger Indonesia dilihat dari standarisasi internasional

  1. Blogger Pecinta Ke-Validan
    Tipe blogger ini adalah mereka yang selalu ingin semua kode-kode yang terdapat di blog termasuk HTML dan CSS valid menurut standar W3C (World Wide Web Consortium) dan sama sekali tidak ingin terdapat error dan warning pada kode-kode tersebut. Sususan kode yang dibuat dan ke-semantikan pun selalu mereka perhitungkan sebaik mungkin.

    Mereka yang termasuk kategori ini umumnya sudah paham kode-kode pemrograman web, hal seperti ini sangat wajar karena menurut beberapa narasumber, HTML dan CSS yang valid standar W3C dapat meningkatkan "daya tarik" search engine. Namun demikian tidak semua author khususnya blogger pemula (seperti saya) dapat melakukan hal seperti ini apalagi blog yang dibangun menggunakan platform Blogspot.
  2. Blogger Pecinta Aksesibilitas
    Mereka yang termasuk kategori ini selalu menerapkan metode standar aksisibilitas internasional dengan tujuan agar blog yang dibangun lebih aksesibel. Untuk melakukan hal ini tentu harus didukung dengan penguasaan bahasa pemrograman web.

    Tujuan membangun blog yang aksesibel antara lain agar blog tersebut lebih mudah diakses, mulai dari warna yang dipakai, jenis huruf, ukuran huruf, sampai dengan kemudahan navigasi. Bahkan jika suatu blog telah memenuhi standar akesibilitas internasional, maka blog tersebut dapat diakses oleh berbagai media (PC, PhoneCell, Tablet, PDA, dan gadget lainnya) tanpa merusak tampilan yang ada. Disamping itu, blog  dapat diakses oleh beberapa penyandang cacat melalui proses konversi konten. 

Tipologi blogger Indonesia dilihat dari konten blog

  1. Blogger Serius
    Tipe blogger ini sangat mementingkan tata bahasa penulisan dan cara penyampaian konten melalui artikel yang ditulis. Penggunaan tanda baca, paragraf, dan jenis huruf selalu mereka perhitungkan. Mereka menyukai jika artikel yang dibaca disenangi pengunjung. Mereka selalu mengedit ulang posting yang dibuat sebelum diterbitkan untuk menghindari kesalahan menulis kata atau kesalahan tanda baca yang digunakan. Tipe blogger serius umumnya telah menguasa teknik-teknik penulisan artikel dan mengerti tata bahasa yang digunakan baik bahasa Indonesia ataupun bahasa asing.
  2. Blogger Santai
    Mereka umumnya tidak terlalu mementingkan standar penulisan dan tata bahasa yang digunakan, mereka hanya suka menulis artikel apa adanya berdasarkan ide dan inspirasi mereka saat itu. Apapun tema artikel yang ditulis, mereka selalu enjoy tanpa peduli terhadap cara penyampaian dan cara penulisan yang benar. Yang termasuk kategori ini belum tentu mereka tidak menguasai tata cara penulisan dan bukan berati tidak memahami tata bahasa yang digunakan, tetapi mereka hanya menikmati menulis untuk berekspesi atu sekedar menyalin ide ke dalam posting blog.
  3. Blogger Kejar Tayang
    Blogger seperti ini biasanya menjadwal posting yang akan diterbitkan. Mereka mentargetkan jumlah artikel yang akan diterbitkan setiap hari berdasarkan tema tertentu. Selain itu mereka umumnya tidak mau merusak jadwal dan target posting yang telah direncanakan. Umumnya blogger seperti ini termasuk mereka yang sedang mencari trafik untuk meningkatkan jumlah pengunjung unik yang ujung-ujungnya adalah mendapatkan keuntungan secara finansial.
  4. Blogger Pebisnis
    Tipe blogger ini tentunya selalu mengaitkan blog yang mereka bangun dengan keuntungan yang akan diperoleh dari blog tersebut. Apapun konten blog yang dibangun, selalu dikaitkan dengan "uang" misalnya dengan menempatkan iklan, referral, ataupun, link afiliasi.  Bahkan kalau kita perhatikan, banyak blog yang penuh dengan iklan banner dan link referral. Hal ini tentu sah-sah saja dan merupakan hak penuh mereka karena yang paling peduli terhadap suatu blog adalah blogger (author) itu sendiri.

Tipologi blogger Indonesia dilihat dari platform yang dipakai

  1. Blogspot Mania
    Blogger tipe ini lebih menyukai blogspot.com (blogger.com) ketika membuat blog. Apapun jenis dan tujuan blog, mereka selalu menggunakan platform Blogspot, selain karena gratis, space dan bandwidth-nya pun sangat besar. Saking sukanya dengan Blogspot, domain berbayarpun mereka arahkan ke Blogspot, bahkan untuk jenis website toko online, mereka membangunnya dengan platform Blogspot.

    Di antara mereka beralasan karena selain hal-hal di atas, juga dikarenakan Blogspot adalah salah satu produk Google sebagai search engine terbesar di dunia. Bahkan ada yang beranggapan bahwa blog yang dibangun dengan Blogspot lebih mudah di-indeks oleh Google sebagai pemiliknya.
  2. Joomla Mania
    Blogger tipe ini sangat menyukai CMS (Content Management System) Joomla, apapun website yang dibangun selalu menggunakan CMS ini. Pecinta Joomla ini lebih menyukai kelengkapan fitur-fitur yang terdapat di dalam CMS tersebut serta kemudahan konfigurasi di dalamnya. Di antara mereka ada yang beralasan bahwa dengan Joomla dapat dibangun situs bisnis seperti situs toko online, situs iklan, bahkan personal blog seperti blogspot pun dapat dengan mudah dibuat. (tentunya harus menguasai seluk-beluk Joomla terlebih dahulu).
  3. Wordpress Mania
    Di Indonesia, pengguna Wordpress lebih banyak dari pengguna Joomla, selain ada versi gratisnya (Wordpress.com) juga meurut beberapa sumber penggunaannya relatif lebih mudah dari Joomla. Disamping itu untuk beberapa blogger yang sudah sangat faham CMS Wordpress dapat membuat suatu blog/ situs seperti yang dapat dibangun dengan CMS Joomla atau Blogspot. Kelebihan lain dari CMS Wordpress ini, selain didukung oleh beragam plugin gratis, juga menurut beberapa narablog lebih  SEO Friendly.

Tipologi blogger Indonesia dilihat dari SEO

  1. Blogger SEO Mania
    Blogger tipe ini selalu menerapkan metode-metode SEO baik on-page maupun off-page untuk mengoptimalkan blog yang dibangun. Apapun konten blog, apapun jenis blog, dan bagaimanapun desain blog yang dibuat, mereka selalu mengedepankan penerapan SEO telebih dahulu ketimbang hal lainnya. Tujuannya sudah jelas, trafik pengunjung yang tinggi.

    Blogger seperti ini tentu bukan sembarang blogger, mereka umumnya telah malang-melintang di dunia maya, jam terbang mereka di dunia optimasi tentu sangat tinggi. Tidak tanggung-tanggung, untuk dapat menerapkan SEO dengan benar, mereka menjadi anggota forum-forum berbayar yang membahas SEO atau sekolah online SEO. Saking semangatnya menerapkan metode SEO, tidak jarang mereka yang berani mengeluarkan dana yang cukup fantastis sekedar membeli backlink yang relevan atau menyewa layanan jasa SEO.

    Namun demikian  banyak kita temui blogger yang menerapkan metode SEO kurang tepat dengan memperbanyak kata kunci yang dibidik (keyword) yang berlebihan, akibatnya artikel yang ditulis kurang enak dibaca. Di sampng itu tidak jarang mereka yang mungkin belum tahu, berani menerapkan metode "Black Hat SEO" yang justru dapat merusak reputasi dan trafik blog di masa yang akan datang.
  2. Blogger Fokus Konten
    Tipe blogger ini adalah mereka yang selalu konsentrasi terhadap penulisan konten yang berkualitas. Mereka tidak mau menyediakan informasi yang tidak bermanfaat bagi pembaca (artikel "basi" atau artikel "sampah") dan lebih menyukai menulis artikel unik yang belum pernah dibahas oleh sumber lain.

    Blogger seperti ini berpendapat bahwa "Content is Alaway The King" sehingga selalu menerbitkan artikel-artikel berkualitas dalam interval waktu yang teratur. Ada dua kemungkinan blogger seperti ini, pertama mereka belum menguasai metode SEO, dan kedua, mereka menguasai SEO tetapi lebih mengandalkan trafik dengan cara membuat sebanyak mungkin konten berkualitas karena sebenarnya penulisan konten juga termasuk salah satu metode SEO on-page.
Dari beberapa tipologi blogger Indonesia di atas, kira-kira sobat termasuk tipe blogger yang mana?

Semua tipologi blogger Indonesia yang saya tulis di atas hanya opini saya. Benar atau tidak, silakan sobat yang menilai, yang jelas masih banyak kategori blogger di luar kategori yang saya tulis.