Cara Kerja Sekering (Fuse)

Di dalam rangkaian elektronik atau rangkaian listrik, sekering (fuse) berfungsi sebagai pengaman, yaitu ketika terjadi kelebihan arus listrik. Cara kerja fuse, jika dalam sebuah sistem rangkaian elektonik atau rangkaain listrik terjadi arus lebih maka sekering (fuse) akan putus sehingga arus listrik tidak lagi mengalir dalam sistem tersebut untuk mengamankan komponen elektronika lain. Kelebihan arus tersebut dapat disebabkan karena adanya hubung singkat atau karena kelebihan beban output. Banyak terjadi kebakaran karena hubung singkat akibat sekering tidak berfungsi, rusak, atau bahkan karena tidak dipasang sama sekali.

Satuan fuse adalah mA (mili Ampere) dan A (Ampere). Fuse dengan nilai limit 500 mA akan putus ketika dialiri arus lebih dari 500 mA, demikian juga jika fuse 15 A akan putus jika dialiri arus lebih dari 15 A. Jika sebuah fuse tidak putus ketika dialiri arus lebih dari nilai yang tercantum (I Output > I Fuse Limit), fuse tersebut harus segera diganti karena kemungkinan rusak dan dapat membahayakan.

Fungsi Sekering
Perhatikan gambar disamping. R Beban akan berjalan normal (On) ketika saklar (S1) ditutup karena arus listrik akan mengalir dari sumber tegangan (V) menuju fuse dan R Beban. Jika saklar (S1) dibuka maka R Beban akan mati karena tidak ada arus yang mengalir.

Apabila suatu saat terjadi hubung singkat pada output atau R beban berlebih (lebih dari nilai arus limit fuse), maka fuse akan putus, akibatnya R Beban tidak akan bekerja (Off) dan sumber tegangan tidak akan rusak.

Pada rangkaian listrik R Beban tersebut dapat berupa lampu, televisi, radio, mesin cuci, setrika, dan perangkat lain yang menggunakan sumber tegangan AC. Sedangkan pada rangkain elektronika R Beban dapat berupa lampu neon kecil, LED, buzzer, speaker, motor DC, atau sebuah sistem elektronik lain yang merupakan output atau beban sumber tegangan DC.

Lebih jelasnya dapat dilihat di www.elektronika123.com.

Arsip