Wednesday, September 6, 2023

Situ Cimeuhmal, Wana Wisata Tersembunyi, Jiwa Petualang Wajib Tahu Lokasinya

Halo sahabat Link Sukses. Ini adalah posting kali pertama di tahun 2023 mengenai wana wisata di Bandung Selatan yang jarang diketahui orang banyak, maklum sekali karena lokasinya yang tersembunyi dan jalan untuk menuju tempat tersebut juga medannya cukup berat.

Nama lokasi yang akan kami informasikan adalah Situ Cimeuhmal yang berada di Kampung Kiarapayung, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung Jawa Barat. Situ sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya danau. Danau tersebut merupakan sumber air bagi masyarakat di wilayah itu untuk keperluan irigasi pertanian, terlebih di musim kemarau.

Banyak orang mengetahui beragam destinasi wisata di Bandung Selatan seperti Situ Cileunca Pangalengan, Situ Patenggang Ciwidey dan Situ Ciburuy Bandung Barat. Namun hanya sedikit orang yang tahu tentang Situ Cimeuhmal, termasuk orang Bandung sendiri. Maklum lokasinya yang cukup tersembunyi dan akses jalan menuju situ pun sulit dilalui kendaraan biasa. 

Situ Cimeuhmal Banjaran
Warung Warga di Area Situ Cimeyhmal

Jika kita berbicara tentang wana wisata di Bandung tentu tidak akan ada habis-habisnya. Ini karena di Bandung terdapat banyak objek wisata alam yang sangat populer sampai yang tersembunyi. Mulai dari Pangalengan, Lembang, Ciwidey hingga Banjaran.

Banjaran mungkin terdengar asing bagi beberapa orang di luar Bandung. Namun siapa sangka, di Banjaran pun ada banyak tempat bagus yang cocok untuk dijadikan destinasi wisata. Salah satunya adalah Situ Cimeuhmal.

Situ Cimeuhmal merupakan salah satu sumber mata air sungai Cisangkuy. Cisangkuy sendiri merupakan anak sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat. Lokasinya berada di antara Gunung Puntang dan Gunung Malabar Bandung Selatan Jawa Barat.

Di samping kanan-kiri jalan menjuju danau terdapat lahan pertanian yang dikelola masyarakat setempat. Mulai dari tanaman umbi-umbian, kacang tanah, padi, bawang daun, jagung, dan cabe rawit. Saat kami berkunjung, kondisi tanaman tidak begitu baik karena kurangnya pasokan air di musim kemarau. Suara aliran sungai kecil di pinggir jalan yang biasanya kami dengarpun, kini terlihat kering. 

Di kondisi seperti ini para petani harus mengatur jadwal pembagian air untuk menyirami tanaman sayuran yang mereka budidayakan. Sepertinya diperlukan bantuan pihak terkait untuk membuat saluran air yang dikhususkan untuk irigasi pertanian terutama di musi kemarau seperti ini.

Situ Cimeuhmal
Awal Jalan Akses Menuju Situ Cimeuhmal

Kondisi jalan yang kami lalui saat itu cukup rusak dan sulit untuk dilewati kendaraan biasa tanpa modifikasi, apalagi kendaraan roda empat. Di samping tidak cukup lebar, kondisi jalannyapun berbatu. Jika sahabat suatu saat tertarik untuk mengunjungi lokasi ini, kami sarankan untuk membawa kendaraan yang diperuntukan khusus melalui medan berat seperti ini. Kalau tidak, kendaraan harus diparkir di bawah dan sahabat harus berjalan kaki menuju situ seperti yang kami lakukan saat itu.

Selain itu, sahabat sebaiknya membawa perbekalan cukup seperti air minum dan makanan, khususnya di hari-hari biasa. Hal ini karena di hari biasa tidak ada warung dan orang-orang yang berjualan di sana, sedangkan perjalnan menuju situ, cukup jauh dan memerlukan waktu sekitar 30 sampai 40 menit tanpa beristirahat.

Dulu, Situ cimeuhmal merupakan tempat bendungan yang dijadikan irigasi untuk area Banjaran Wetan. Karena keindahannya, situ tersebut kemudian dijadikan tempat wisata, meskipun masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Lokasi ini merupakan konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat hutan di Banjaran Wetan Kabupaten Bandung. Pada tahun 2004, situ yang asalnya rawa ini direnovasi menjadi bendungan air kemudian ditata dan didesain menjadi tempat wisata.

Selama di perjalanan, terlihat di kanan kiri pohon-pohon pinus yang oleh para petani dimanfaatkan getahnya. Di sela-sela pohon pinus tersebut ditanami kopi sebagai tanaman produktif yang dikelola oleh para petani di wilayah itu. 

Selain itu, terlihat juga beberapa waraga setempat sedang beraktifitas mengurus lahan pertanian dan perkebunan.. Masyarakat di wilayah ini sangat ramah dan sudah terbiasa berjalan kaki jauh di medan berat seperti ini setiap hari.

Jalan menuju situ yang kurang baik inilah yang perlu perhatian khusus dari pemerintah mengingat lokasi ini sudah menjadi destinasi wisata. Andai saja jalan ini cukup baik, setidaknya bisa dilalui kendaraan, tentu saja akan mempermudah warga setempat saat mengolah perkebunan khususnya saat membawa pupuk, pestisida, dan ketika membawa hasil perkebunan itu sendiri. 

Disamping itu, masyarakat luar pun akan dengan mudah mengakses lokasi danau sehingga akan banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam di Situ Cimeuhmal. Secara tidak langsung akan berdampak positif terhadap peninghatan perekonomian warga di wilayah itu. Hal ini karena akan banyak warga yang berdagang atau jasa ojek untuk menuju ke sana.

Di hari biasa, tidak ada sedikitpun biaya masuk alias gratis, bahkan tidak terlihat adanya petugas khusus di pintu gerbang. Namun demikian, jika sahabat datang di hari minggu atau libura sekolah, akan dikenakan biaya masuk sekitar Rp5.000,- s/d Rp10.000,. Harga yang sangat murah untuk menikmati keindahan alam di situ yang tersembunyi ini.

Gerbang Situ Cimeuhmal
Gerbang Masuk Situ Cimeuhmal

Di area situ para pengunjung diperbolehkan untuk cemping, membuat api ungun, atau sekedar makan-makan bersama keluarga. Hanya saja, harus mematuhi semua aturan yang telah ditetapkan. Aturan tersebut di antaranya adalah: 

  1. Batasan area kemping (memasang tenda) adalah 15 meter dari tepi danau
  2. Harus mematikan dan membersihkan bekas api
  3. Mengumpulkan dan membuang sampah pada tempatnya
  4. Dilarang menebang pohon
  5. Dilarang memancing ikan
Meski di musim kemarau, tetapi situ Cimeuhmal masih tetap terlihat indah dan asri. Terlebih segarnya udara sekitar dan hembusan angin hutan,  ikut menambah aura segar pada tubuh dan pikiran sehingga bisa menghilangkan stress.

Di sekitar area situ, terlihat ada beberapa saung bambu atau rumah kecil yang merupakan tempat bersantai dan beristirahat bagi para pengunjung.  Ada juga beberapa warung warga yang menyediakan beragam minuman dan makanan. Di tempat inipun disediakan mushola dan toilet umum untuk para pengunjung yang dibangun dari bambu, kayu, dan sabut.

Di tengah situ terdapat tulisan BBWS Citarum. BBWS sendiri adalah kependekan dari Balai Besar Wilayah sungai. BBWS Citarum adalah unit pelaksana teknis dari Direktorat-Jenderal Sumber Daya Air, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Unit ini bertugas mengelola sumber daya air di Wilayah Sungai Citarum.

BBWS Citarum
BBWS Citarum

Di ujung danau di dekat pohon-pohon bambu, terdapat sumber mata air yang bernama Mata Air Cikahuripan. Cikahuripan sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya air sumber kehidupan. Hal ini merupakan harapan bahwa situ ini harus bisa menjadi sumber kehidupan masyarakat. Selain sebagai air minum, juga menjadi sumber air irigasi pertanian dan perkebunan. Disamping itu, mata air ini bisa menjadi resapan air cadangan untuk kehidupan makhluk lain di sekitar danau.

Mata Air Cikahuripan
Lokasi Mata Air Cikahuripan


Lebih jelas mengenai kondisi wana wisata Situ Cimeuhmal, sahabat dapat menyaksikan rekaman video di bawah melalui Channel Alamku.