Thursday, May 16, 2013

Masih Pentingkah Blogwalking?

Dulu, ketika pertama kali belajar SEO (Search Engine Optimization), saya selalu berpendat bahwa blogwalking merupakan salah satu metode untuk meningkatkan jumlah pengunjung suatu blog. Waktu itu alasanya karena hampir di setiap artikel tentang SEO yang saya baca menganjurkan untuk melakukan blogwalking. Semenjak itu saya merasa bahwa blogwalking masih penting untuk diimplementasikan.

Apa itu blogwalking?

Blogwalking asalnya terdiri dari dua kata seperti halnya website (web dan site), namun kata-kata tersebut sering disatukan. Web site menjadi website dan blog walking menjadi blogwalking. Blog asal kata dari web log (definisinya dapat sobat cari sendiri di wikipedia) sedangkan walking artinya jalan-jalan. Secara kasar blogwalking adalah kegiatan jalan-jalan ke banyak blog dalam arti mengunjungi blog-blog dengan beragam alasan dan tujuan. Dari satu blog lalu berpindah ke blog yang lain, begitu seterunya.

Beberapa narablog berpendapat bahwa blogwalking adalah kegiatan mengunjungi blog tertentu (biasanya blog yang satu tema dengan trafik yang bagus) kemudian meninggalkan jejak dengan cara menyimpan signature saat berkomentar atau menyimpan link pada nama author.

Benarkah blogwalking dapat meningkatkan pengunjung blog?

Secara logis saya pikir ada benarnya, jika kegiatan tersebut dilakukan dengan benar sesuai dengan tujuan SEO yang dikemukakan beberapa narasumber. Ketika seorang blogger mengunjungi sebuah blog kemudian ia menulis komentar dengan menyimpan link blog-nya pada konten komentar ataupun pada author komentar, maka secara tidak langsung ia telah berinvestasi menanamkan backlink di blog yang ia kunjungi. Metode ini diharapkan agar search engine khususnya Google memberi penilaian khusus sehingga dapat menaikan Google Pagerank.

Karena kebutuhan SEO, banyak blogger yang menulis namanya dengan kata kunci saat berkomentar. Saya sendiri berpendapat bahwa dengan menyimpan link pada author dengan nama sendiri akan lebih "manusiawi" dan lebih "bersahabat" karena untuk beberapa kasus, menyimpan link pada komentar dengan kata kunci dapat membingungkan author blog yang bersangkutan dan pengunjung lain yang ingin ikut serta merespon komentar tersebut. Sepertinya kurang pas jika harus menyapa dengan kata kunci (bukan dengan namanya).

Jika komentar yang ditulis cukup berkulitas, tidak mustahil author blog yang bersangkutan dan pengunjung lain akan mengunjungi blog pengomentar tersebut dengan cara mengklik nama author pada komentar. Itu alasan kenapa blogwalking dengan cara seperti ini dapat meningkatkan pengunjung. Yang perlu diperhatikan adalah konten dari komentar tersebut harus berkualitas, jangan sampai menulis komentar yang dapat merusak reputasi blog dan jangan sampai menulis komentar "sampah". Itu pendapat saya.

Sobat mugkin sering memperhatikan bahwa saat ini masih banyak blogger yang melakukan blogwalking semata-mata untuk menyimpan backlink agar mendapat perhatian dari mesin pencari Google. Di antara mereka bahkan ada yang sengaja pilih-pilih blog yang relevan, ber-pagerank tinggi, dan yang paling penting katanya harus "dofollow". Ini yang saya sendiri kurang sependapat karena saya pikir Google itu tidak bodoh, bahkan kini Google banyak melakukan  perubahan-perubahan algoritma yang cukup significan untuk menjadikan indeks mesin pencari semakin manusiawi. Salah satu contoh, meta keyword sudah tidak lagi dianggap sebagai SEO yang dapat mendobrak absensi mesin pencari ketika melakukan penelusuran dengan keyword (kata kunci) tersebut.

Blogwalking yang bijak

Boleh-boleh saja menulis komentar ketika mengunjungi sebuah blog selama dirasakan perlu. Jangan sampai menulis komentar yang sedikit dipaksakan karena tuntutan SEO. Tulislah komentar secara alami dan tidak harus selalu memuji pemilik blog dengan hal-hal yang positif karena komentar negatif pun diperlukan untuk perbaikan di masa yang akan datang selama ditulis dengan bahasa yang sopan, wajar, dan dengan maksud baik tentunya.

Bayangkan jika seorang blogger berbakat yang selalu menulis artikel-artikel unik dan berkualitas tetapi ia sama sekali tidak mengetahui ilmu SEO sehingga ia tidak atau jarang menulis komentar dengan meninggalkan jejak, apakah Google akan memandangnya dengan sebelah mata dengan alasan kurangnya penerapan SEO? Saya pikir tidak, Google lebih menyukai konten unik berkualitas ketimbang konten copas dengan baklink yang banyak.

Saran saya, ketika kita blogwalking dan mengeakses suatu blog secara langsung ataupun melalui mesin pencari, kemudian kita merasa bahwa informasi pada blog tersebut benar-benar bermanfaat. Di situlah kita saatnya menuliskan komentar sebagai bentuk apresiasi terkadap pemilik blog.

Sahabat berpendapat lain?
Masih pentingkah blogwalking menurut sahabat?