Tuesday, April 5, 2011

CSS Compressor dan CSS Decompressor

Tahukan Anda bahwa salah satu penyebab kurangnya pengunjung situs adalah loading yang terlalu lama. Tidak sedikit pengunjung yang sabaran dan merasa kesal, akibatnya informasi yang hendak disampaikan melalui sebuah posting batal dibaca.

Banyak faktor yang dapat membuat loading blog lama dibuka di antaranya adalah hosting, koneksi internet, total kapasitas file sebuah halaman, dan banyaknya script pada sebuah halaman, dll.

Besarnya kapasitas file sebuah halaman dipengaruhi oleh banyaknya penempatan gambar, foto, lagu, jumlah kata, video, dan animasi yang berlebihan.

Salah satu teknik untuk mempercerpat loading blog adalah dengan melakukan kompresi kode CSS seperti yang pernah saya bahas sebelumnya. Untuk mengkompresi kode CSS dapat dilakukan dengan cara manual tetapi akan membutuhkan ketelitian dan waktu yang lumayan lama. Solusinya dapat menggunakan layanan gratis online CSS Compressor. Dengan tool ini pengguna dapat dengan mudah melakukan kompressi CSS hanya dengan mengkopas kode CSS pada form yang tersedia kemudian klik compress, selesai.

Di bawah ini adalah beberapa situs yang memberikan layanan gratis online untuk mengkompresi kode CSS:

  1. Arantius.com
  2. CSS Compressor and Minifier
  3. CSS Drive
  4. CSS Compressor
  5. Clean CSS
Bagaimana jika suatu saat kita akan melakukan pengeditan kode CSS yang telah dikompres dimana penulisan kode CSS sedikit sulit untuk dibaca karena terlalu padat tanpa spasi dan tanpa pengelompokan seperti saat kita membuat kode CSS di awal pembuatan sebuah situs. Solusinya dapat dengan cara manual yaitu dengan memisahkan kembali kode CSS yang telah dikompresi berdasarkan klasifikasi. Kedua dengan menggunakan program online CSS Decompressor. Teknik yang kedua ini tentu akan lebih mudah dan lebih praktis.

Di bawah ini adalah beberapa situs yang memberikan layanan gratis untuk dekompresi kode CSS.
  1. Client Side CSS
  2. CSS Optimizer
Dengan program CSS Decomreossor, kode CSS yang tadi telah dikompressi kini dapat kembali normal, dalam artian kode-kode CSS tersebut dapat di-edit dengan mudah karena sudah diklasifikasikan seperti semula.

Menurut Anda, sejauh mana pengaruh pengompresan CSS terhadap loading sebuah situs?


Image from : Beyond Dieting